Rabu, 20 Juli 2011

MITSUBISHI PAJERO SPORT 4 x 2 MANUAL TRANSMISI

MITSUBISHI PAJERO SPORT 4 x 2 MANUAL TRANSMISI
OTR 390.700.000

NOTE = HARGA BELUM DIPOTONG DISCOUNT, HARGA SEWAKTU-WAKTU DAPAT BERUBAH
CONTAC = FIAN -085 242 850 555
- 0411 2328 555
PT.BOSOWA BERLIAN MOTORS (MAKASSAR)
read more

MITSUBISHI T120ss PU FB

MITSUBISHI T120ss PU FB
OTR Rp. 103.100.000
DP.Rp. 7.480.000
ANGSURAN Rp. 2.636.000 X 48 BULAN

NOTE = HARGA SEWAKTU2 DAPAT BERUBAH, OTR BELUM DIPOTONG DISCOUNT
CONTACT = FIAN -085 242 850 555
- 0411 2328555
read more

Minggu, 17 Juli 2011

MITSUBISHI PAJERO SPORT



MITSUBISHI PAJERO SPORT GLS 4X2 M/T
OTR 389.700.000
read more

Selasa, 21 Juni 2011

Daily lelang

read more

Rabu, 15 Juni 2011

MITSUBISHI MAKASSAR

Dealer resmi MITSUBISHI MAKASSAR PT. Bosowa Berlian Motors
type colt diesel, fuso, T120ss, pajero sport, strada triton, lancer, grandis
HUB : SALES FORCE
FIAN ---- 085 242 850 555
                 0411-2328 555
read more

Minggu, 03 April 2011

mig33 style.of.flood (flood-tolls)

mig33 style.of.flood
featur : 1. easy log
           2. unlimited flood
           3. 4 x 10 set multy
           4. singgle kick
         
untuk lebih lengkap silahkan download file nya di SINI atau
DOWNLOAD
semoga bermanfaat
NOTE : setelah anda klik link download, pada sudut kanan atas akan muncul
please wait 5..4..3..2..1 dan klik SKIP ADD
read more

mig33 style.of.fighter (kick-tolls)

mig33 style.of.fighter  trial version (kick-tolls)













featur : 1. fast kick
           2. log 400 socket for trial version
           3. easy loggin
           4. 3 set multy
           5. send text multy

minat pv y0y0_style atau telp 082 188 783 483 harga PROMO NEGO
untuk lebih lengkap silahkan download file nya di SINI atau
DOWNLOAD
semoga bermanfaat
NOTE : setelah anda klik link download, pada sudut kanan atas akan muncul
please wait 5..4..3..2..1 dan klik SKIP ADD
read more

BIG BANG DAN PERLUASAN ALAM SEMESTA

Pada abad ke-20, terjadi lompatan besar di bidang astronomi. Pertama, pada tahun 1922, Seorang ahli fisika Rusia, Alexandre Friedmann, menemukan bahwa alam semesta tidak memiliki struktur yang statis. Berpijak pada Teori Relativitas Einstein, Friedmann menghitung bahwa sebuah impuls kecil saja dapat mengakibatkan alam semesta meluas atau mengerut.



Georges Lemaître, salah seorang ahli astronomi terkenal Belgia, adalah yang pertama kali menyadari pentingnya hitungan ini. Hitungan ini membawanya pada kesimpulan bahwa alam semesta memiliki awal dan terus-menerus meluas sejak permulaan. Ada hal penting lainnya yang diangkat Lemaître: menurutnya, seharusnya ada kelebihan radiasi yang tertinggal dari Big Bang dan ini dapat dilacak. Lemaître yakin bahwa penjelasannya benar walaupun pada awalnya tidak mendapat banyak dukungan dari kalangan ilmuwan. Sementara itu, bukti lebih lanjut bahwa alam semesta meluas mulai bermunculan. Pada waktu itu, Edwin Hubble, seorang ahli astronomi dari Amerika, yang mengamati bintang-bintang dengan teleskop raksasanya, menemukan bahwa bintang-bintang memancarkan cahaya geser merah (red shift) tergantung jarak mereka. Dengan temuan ini, yang diperolehnya di Observatorium Mount Wilson, California, Hubble menantang seluruh ilmuwan yang mengajukan dan membela teori "keadaan-tetap" (steady-state), dan mengguncangkan pondasi model alam semesta yang dianut saat itu.
Temuan-temuan Hubble bergantung pada aturan fisika bahwa spektrum cahaya yang bergerak menuju titik pengamatan cenderung mendekati ungu, sementara spektrum cahaya yang bergerak meninggalkan titik pengamatan cenderung mendekati merah. Ini menunjukkan bahwa benda-benda angkasa yang diamati dari Observatorium Mount Wilson California bergerak menjauhi bumi. Pengamatan selanjutnya mengungkapkan bahwa bintang dan galaksi tidak hanya bergerak menjauhi kita tetapi juga 

saling menjauhi satu sama lain. Pergerakan benda-benda angkasa ini sekali lagi membuktikan bahwa alam semesta meluas. Dalam buku Stephen Hawking's Universe, David Filkin menyatakan gagasan menarik tentang perkembangan ini:
Dalam dua tahun, Lemaître mendengar berita yang selama ini berharap pun dia tak berani. Hubble telah mengamati bahwa cahaya dari galaksi adalah geser merah, dan menurut efek Doppler, ini berarti bahwa alam semesta meluas. Kini, ini hanya soal waktu. Einstein tertarik pada kerja Hubble dan memutuskan untuk mengunjunginya di Observatorium Mount Wilson. Pada saat yang sama, Lemaître memberikan kuliah di Institut Teknologi California, dan berhasil menyudutkan sekaligus Hubble dan Einstein. Dia mengajukan teori "atom primitif"-nya dengan hati-hati, selangkah demi selangkah, meyakinkan bahwa seluruh alam semesta telah diciptakan "pada hari yang tidak memiliki hari kemarin". Dengan sangat saksama, dia menjelaskan seluruh perhitungan matematikanya. Ketika selesai, dia tidak 
 
untuk lebih lengkap silahkan download file nya di SINI atau
DOWNLOAD
semoga bermanfaat
NOTE : setelah anda klik link download, pada sudut kanan atas akan muncul
please wait 5..4..3..2..1 dan klik SKIP ADD
dapatkan skripsi | jurnal | makalah | untuk fisika , ekonomi dan teknik informatika
hanya di www.fisika-bumi.blogspot.com

read more

PENCIPTAAN ALAM SEMESTA (terkait dengan teori atom)

kesempurnaan penciptaan atom

Selama berabad-abad, orang mencari jawaban untuk pertanyaan "bagaimana asal-usul alam semesta". Beribu-ribu model alam semesta telah diajukan dan beribu-ribu teori telah dihasilkan di sepanjang sejarah. Namun tinjauan terhadap semua teori ini mengungkapkan bahwa pada intinya mereka hanya terbagi dalam dua model berbeda. Yang pertama adalah konsep alam semesta tak terbatas tanpa permulaan, yang tidak lagi memiliki dasar ilmiah apa pun. Yang kedua adalah bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan, yang sekarang ini dikenal dalam masyarakat ilmiah sebagai "model standar".

Model pertama, yang telah terbukti tak dapat bertahan, menyatakan bahwa alam semesta telah ada sejak waktu yang tak terbatas dan akan terus bertahan dalam keadaannya yang sekarang ini. Gagasan alam semesta tak terbatas ini telah berkembang sejak zaman Yunani kuno, dan telah menyebar ke dunia barat sebagai hasil filosofi materialistis dan telah dibangkitkan kembali dengan Renaisans. Inti Renaisans adalah pengkajian kembali hasil kerja para pemikir Yunani kuno. Jadi, filosofi materialis dan konsep alam semesta tak terbatas yang dididukung oleh filosofi ini dicomot dari rak sejarah yang berdebu oleh kepentingan ideologis dan filosofis, dan disampaikan pada manusia sebagai fakta-fakta ilmiah.
Penganut materialisme seperti Karl Marx dan Friedrich Engels dengan penuh semangat merangkul gagasan itu, yang jelas menyediakan dasar-dasar kuat untuk ideologi materialistis mereka. Dengan demikian keduanya memainkan peran penting dalam memperkenalkan model ini pada abad ke-20.
Menurut model " alam semesta tak terbatas "- yang sangat populer di paro pertama abad ke-20 - alam semesta tidak memiliki awal maupun akhir. Alam semesta tidak pernah diciptakan dari tidak ada menjadi ada, tidak pula akan hancur. Menurut teori ini, yang juga menjadi dasar untuk filosofi materialis, alam semesta memiliki struktur yang statis. Namun, temuan-temuan ilmiah belakangan menyatakan bahwa teori ini sama sekali salah dan tidak ilmiah. Alam semesta tidak akan ada tanpa awal; alam semesta ini bermula dan telah diciptakan dari ketiadaan.
Gagasan bahwa alam semesta ini tak terbatas, yaitu tidak berawal, selalu menjadi titik awal ateisme dan ideologi yang mengingkari Allah. Ini karena dalam pandangan mereka, bila alam semesta ini tak berawal, berarti tidak ada yang menciptakan. Namun ilmu pengetahuan segera mengungkapkan bukti pasti bahwa argumen-argumen materialis ini tidak berlaku, dan alam semesta diawali dengan sebuah ledakan dahsyat yang disebut Big Bang. Muncul dari sesuatu yang tidak ada hanya berarti satu hal: "Penciptaan". Allah, Yang Mahakuasa, menciptakan seluruh alam semesta.
Ahli astronomi Inggris ternama, Sir Fred Hoyle, adalah salah seorang ilmuwan yang penasaran dengan fakta ini. Dengan teori "steady-state"-nya, Hoyle menerima bahwa alam semesta mengalami perluasan, tetapi tetap berkeras bahwa alam semesta tidak terbatas dalam skalanya dan tanpa awal maupun akhir. Menurut model ini, ketika alam semesta meluas, materi muncul secara spontan dan dalam kuantitas sebesar yang dibutuhkan. Teori ini, yang berlandaskan pada premis-premis yang sangat tidak praktis atau sulit, dan yang diajukan dengan kepentingan tunggal untuk mendukung gagasan "alam semesta tak terbatas tanpa awal atau akhir", bertolak belakang dengan teori Big Bang. Padahal teori Big Bang secara ilmiah telah terbukti dengan sejumlah besar pengamatan. Hoyle dan yang lainnya terus mengingkarinya, namun semua perkembangan ilmu alam menyatakan sebaliknya.
untuk lebih lengkap silahkan download file nya di SINI atau
DOWNLOAD
semoga bermanfaat
NOTE : setelah anda klik link download, pada sudut kanan atas akan muncul
please wait 5..4..3..2..1 dan klik SKIP ADD
dapatkan skripsi | jurnal | makalah | untuk fisika , ekonomi dan teknik informatika
hanya di www.fisika-bumi.blogspot.com
read more

EPISODE PEMBENTUKAN ATOM (makalah-fisika)


KESEMPURNAAN PENCIPTAAN ATOM
Alam semesta, dengan dimensi yang luasnya tak terjangkau pemahaman manusia, berfungsi pada keseimbangan yang sensitif tanpa pernah gagal. Alam semesta juga berfungsi dengan keteraturan terencana, dan sudah demikian sejak awal pembentukannya. Bagaimana alam raya yang luas ini terwujud, akan menuju ke mana, dan bagaimana hukum-hukum alam bekerja mempertahankan keteraturan dan keseimbangan di dalamnya, selalu menjadi perhatian manusia sejak dulu sampai sekarang. Para ilmuwan telah melakukan penelitian tak terhitung banyaknya mengenai subjek ini dan menghasilkan berbagai teori dan pendapat. Bagi para ilmuwan yang mengukur rancangan dan keteraturan alam semesta dengan menggunakan akal dan kesadaran mereka, tidaklah susah sama sekali untuk menjelaskan kesempurnaan ini. Ini karena Allah, Zat Mahakuasa, Penguasa seluruh jagat raya, yang menciptakan rancangan sempurna ini. Dan ini sangatlah jelas bagi semua orang yang mau berpikir dan bernalar. Allah menyebutkan kebenaran nyata ini dalam ayat Al Quran:
"Sesungguhnya dalam penciptaaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal." (QS. Ali 'Imran, 3: 190)
Akan tetapi, para ilmuwan yang tidak mengindahkan bukti penciptaan itu mengalami kesulitan besar dalam menjawab pertanyaan yang tak ada habisnya ini. Mereka tidak ragu menggunakan segala cara seperti menghasut, membuat teori-teori palsu tanpa dasar ilmiah apa pun. Bila tersudut, mereka bahkan menipu untuk mempertahankan teori-teori yang bertentangan sepenuhnya dengan kenyataan. Namun seluruh perkembangan ilmu pengetahuan yang terjadi hingga awal abad ke-21, membawa kita pada sebuah fakta tunggal; alam semesta diciptakan dari ketiadaan oleh Allah yang Mahakuasa dan Maha Mengetahui. 
untuk lebih lengkap silahkan download file nya di SINI atau
DOWNLOAD
semoga bermanfaat
NOTE : setelah anda klik link download, pada sudut kanan atas akan muncul
please wait 5..4..3..2..1 dan klik SKIP ADD
dapatkan skripsi | jurnal | makalah | untuk fisika , ekonomi dan teknik informatika
hanya di www.fisika-bumi.blogspot.com
read more

Sabtu, 02 April 2011

Metode Pembelajaran Scaffolding

Metode Pembelajaran Scaffolding
            Metode scaffolding didasarkan pada teori Vygotsky. Menurut Vygotsky (dalam Trianto, 2010: 76) bahwa pembelajaran terjadi apabila anak bekerja atau belajar menangani tugas-tugas yang belum dipelajari namun tugas-tugas itu masih berada dalam jangkauan kemampuannya atau tugas-tugas tersebut berada dalam Zone of Proximal Development (ZPD) yaitu perkembangan sedikit di atas perkembangan seseorang saat ini. Vygotsky yakin bahwa fungsi mental yang lebih tinggi pada umumnya muncul dalam percakapan atau kerjasama antar individu, sebelum fungsi mental yang lebih tinggi itu terserap ke dalam individu tersebut.
            Adinegara (2010) mengemukakan, ide penting lain yang diturunkan dari Vygotsky adalah scaffolding. Scaffolding berarti memberikan sejumlah besar bantuan kepada seorang anak selama tahap-tahap awal pembelajaran kemudian anak tersebut mengambil alih tangung jaawab yang semakin besar segera setelah ia dapat melakukannya. Bantuan tersebut dapat berupa petunjuk, peringatan, dorongan, menguraikan masalah kedalam langkah-langkah pembelajaran, memberikan contoh ataupun yang lain sehinggga memungkinkan siswa tumbuh mandiri.
            Vygotsky (dalam Vlamband, 2008) mencari pengertian bagaimana anak-anak berkembang dengan melalui proses belajar, dimana fungsi-fungsi kognitif belum matang, tetapi masih dalam proses pematangan. Vygotsky membedakan antara aktual development dan potensial development pada anak. Aktual development ditentukan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa atau guru. Sedangkan potensial development membedakan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu, memecahkan masalah di bawah petunjuk orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya.
            Ada dua konsep penting dalam teori Vygotsky (dalam Adinegara: 2010) yaitu Zone of Proximal Development (ZPD) dan scaffolding. Menurut teori Vygotsky (dalam Vlamband, 2008), Zona Perkembangan Proksimal merupakan celah antara aktual development dan potensial development, dimana antara apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa dan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya.
            Menurut Gasong (2004) ada dua implikasi utama teori Vygotsky dalam pendidikan. Pertama, adalah perlunya tatanan kelas dan bentuk pembelajaran kooperatif antar siswa, sehingga siswa dapat berinteraksi disekitar tugas-tugas yang sulit dan saling memunculkan strategi-strategi pemecahan masalah yang efektif di dalam masing-masing ZPD mereka. Kedua, pendekatan Vygotsky dalam pengajaran menekankan scaffolding, dengan semakin lama siswa semakin bertanggung jawab terhadap pembelajaran sendiri. Ringkasnya, menurut Vygotsky, siswa perlu belajar dan bekerja secara berkelompok sehingga siswa dapat saling berinteraksi dan diperlukan bantuan guru terhadap siswa dalam kegiatan pembelajaran. 
            Menurut Brunner (dalam Isabella, 2007) scaffolding sebagai suatu proses dimana seorang siswa dibantu menuntaskan masalah tertentu melampaui kapasitas perkembangannya melalui bantuan dari seorang guru atau orang lain yang memiliki kemampuan lebih. Sedangkan menurut Kozulin dan Presseisen (1995) (dalam Drajati, 2007) scafolding yaitu siswa diberi tugas-tugas kompleks, sulit tetapi sistematik dan selanjutnya siswa diberi bantuan untuk menyelesaikannya. Bukan sebaliknya, yaitu sistem belajar sebagian-sebagian, sedikit demi sedikit atau komponen demi komponen dari suatu tugas yang kompleks.
            Dari definisi yang telah dijelaskan di atas dapat disimpulkan bahwa scaffolding merupakan bantuan, dukungan (support) kepada siswa dari orang yang lebih dewasa atau lebih kompeten khususnya guru yang memungkinkan penggunaan fungsi kognitif yang lebih tinggi dan memungkinkan berkembangnya kemampuan belajar sehingga terdapat tingkat penguasaan materi yang lebih tinggi yang ditunjukkan dengan adanya penyelesaian soal-soal yang lebih rumit.

            Adapun keuntungan mempelajari scaffolding adalah :
1.      Memotivasi dan mengaitkan minat siswa dengan tugas belajar.
2.      Menyederhanakan tugas belajar sehingga bisa lebih terkelola dan bisa dicapai oleh anak.
3.      Memberi petunjuk untuk membantu anak berfokus pada pencapaian tujuan.
4.      Secara jelas menunjukkan perbedaan antara pekerjaan anak dan solusi standar atau yang diharapkan.
5.      Mengurangi frustasi atau resiko.
6.      Memberi model dan mendefenisikan dengan jelas harapan mengenai aktivitas yang akan dilakukan.
Secara umum, Gasong (2007) mengemukakan langkah-langkah pembelajaran scaffolding dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.2 Langkah-langkah Pembelajaran Scaffolding
Pembelajaran Metode Scaffolding
1.      Menjelaskan materi pembelajaran.
2.      Menentukan Zone Of Proximal Development (ZPD) atau level perkembangan siswa berdasarkan tingkat kognitifnya dengan melihat nilai hasil belajar sebelumnya.
3.      Mengelompokkan siswa menurut ZPD-nya.
4.      Memberikan tugas belajar berupa soal-soal berjenjang yang berkaitan dengan materi pembelajaran.
5.      Mendorong siswa untuk bekerja dan belajar menyelesaikan soal-soal secara mandiri dengan berkelompok.
6.      Memberikan bantuan berupa bimbingan, motivasi, pemberian contoh, kata kunci atau hal lain yang dapat memancing siswa ke arah kemandirian belajar.
7.      Mengarahkan siswa yang memiliki ZPD yang tinggi untuk membantu siswa yang memilki ZPD yang rendah.
8.      Menyimpulkan pelajaran dan memberikan tugas-tugas.
untuk lebih lengkap silahkan download file nya di SINI atau
DOWNLOAD
semoga bermanfaat
read more

Pembelajaran Kooperatif

artikel pendidikan fisika
 Pembelajaran Kooperatif
Menurut Muhammad Natsir (2006: 65-66) pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda. Dalam mengerjakan tugas kelompok setiap anggota saling membantu dan bekerjasama untuk memahami suatu bahan pembelajaran. Dalam kelompoknya siswa harus: a)Beranggapan sehidup, b) Bertanggungjawab atas memandang sesuatu di dalam kelompoknyaseperti miliknya sendiri, c) Memandang semua anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama, d) Membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompok, e) Akan dievaluasi atau diberi hadiah/penghargaan,  f) Berbagai kepemimpinan dan butuh keterampilan untuk belajar bekerjasama selama proses belajar berlangsung, g) Akan diminta pertanggungjawaban secara individu tentang materi yang ditangani dalam kelompok.
Model pembelajaran ini dirancang untuk tujuan pencapaian hasil akademik, penerimaan terhadap keragaman individu dan pengembangan keterampilan sosial. Dalam hal pencapaian hasil belajar akademik, model pembelajaran kooperatif unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit, memberi keuntungan kepada siswa kelompok bawah, maupun kelompok atas akan menjadi tutor bagi siswa kelompok bawah.
Dalam hal penerimaan terhadap keragaman individu, model pembelajaran kooperatif memberi peluang kepada siswa yang berbeda latar belakang untuk bekerja saling bergantung satu sama lain atas tugas-tugas bersama dan melalui penggunaan struktur penghargaan kooperatif.
Enam tahap pembelajaran kooperatif menurut Muhammad Natsir (2006: 69) dirangkum dalam tabel berikut ini:
Tabel 2.1 Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif
Fase
Tindakan guru
Fase-1
Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa.
Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.
Fase-2
Menyajikan informasi
Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.
Fase-3
Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok-kelompok belajar
Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.
Fase-4
Membimbing kelompok bekerja dan belajar
Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.
Fase-5
Evaluasi
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempersentasikan hasil kerjanya.
Fase-6
Memberikan penghargaan
Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.

untuk lebih lengkap silahkan download file nya di SINI atau
DOWNLOAD
semoga bermanfaat
read more

Hasil Belajar

Hasil Belajar
Istilah hasil belajar barasal dari dua kata yaitu “hasil” dan “belajar”. Dalam kamus bahasa Indonesia kata hasil berarti sesuatu yang menjadi akibat dari usaha. Sedangkan kata belajar mempunyai banyak pengertian, diantaranya menurut Slameto dalam Haling (2007: 1) menyatakan bahwa belajar ialah suatu proses yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah sesuatu atau akibat yang diperoleh dari suatu usaha yang telah dilakukan/dialami seseorang (peserta didik) yang dituangkan dalam bentuk kecakapan, kecerdasan, keterampilan dan tingkah laku.
Bukti bahwa seseorang telah belajar ialah terjadinya perubahan tingkah laku pada orang tersebut. Tingkah laku manusia menurut Oemar Hamalik (2004: 30) terdiri dari sejumlah aspek. Hasil belajar akan tampak pada setiap perubahan pada aspek-aspek tersebut. Adapun aspek-aspek itu adalah: (1) pengetahuan,      (2) pengertian, (3) kebiasaan, (4) keterampilan, (5) apresiasi, (6) emosional,       (7) hubungan sosial, (8) jasmani, (9) etis atau budi pekerti, dan (10) sikap.
Menurut pandangan Bruner dalam Muhammad Natsir (2006: 17-18), belajar melibatkan tiga proses yang berlangsung hampir bersamaan. Ketiga proses itu adalah: a) memperoleh informasi, b) transformasi informasi dan c) menguji relevansi dan ketepatan informasi (pengetahuan) tersebut. Jika siswa belajar, maka ia berhadapan dengan informasi yang dapat berupa penghalusan dari informasi sebelumnya yang mereka miliki, atau informasi itu dapat bersifat sedemikian rupa sehingga berlawanan dengan informasi sebelumnya yang mereka miliki. Informasi tersebut kemudian ditransformasi ke dalam struktur (model) kognitifnya. Proses selanjutnya adalah, siswa menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan (informasi yang telah ditransformasi) dengan menilai apakah cara mereka memperlakukan pengetahuan itu cocok dengan tugas/ kenyataan yang ada atau tidak.
Menurut Gagne dalam Muhammad Natsir (2006: 23-24) dalam proses belajar terdapat lima macam kemampuan yang dapat diamati pada diri siswa sebagai hasil belajarnya yakni sebagai berikut:
1)      Keterampilan intelektual, kemampuan yang berkaitan dengan operasi mental yang memungkinkan seseorang melakukan respon terhadap lingkungannya.
2)      Strategi kognitif yaitu kemampuan mengontrol dan mengatur kegiatan berpikir dan belajar pada dirinya sendiri.
3)      Informasi verbal, yaitu kemampuan untuk mendeskripsikan sesuatu dengan kata-kata melalui pengaturan informasi-informasi relevan, penampilan yang dapat diamati adalah menyatakan atau mengkomunikasikan informasi dengan suatu cara.
4)      Keterampilan motorik, yaitu kemampuan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan gerakan-gerakan yang berhubungan dengan otot.
5)      Sikap, yaitu kemampuan internal untuk memilih tindakan positif atau negatif terhadap seseorang, obyek atau peristiwa. 
Hasil belajar merupakan hasil yang dicapai oleh siswa yang telah mengikuti proses belajar mengajar. Hasil pada dasarnya merupakan sesuatu yang diperoleh dari suatu aktivitas, sedangkan belajar merupakan suatu proses yang mengakibatkan perubahan pada individu, yakni perubahan tingkah laku baik aspek pengetahuannya, keterampilan maupun aspek sikapnya. Misalnnya dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dari ragu-ragu menjadi yakin, dari tidak sopan menjadi sopan. Jika perubahan tingkah laku adalah tujuan yang ingin dicapai dari aktivitas belajar, maka perubahan tingkah laku itulah yang menjadi salah satu indikator yang dijadikan untuk mengetahui kemajuan individu (siswa) yang diperolehnya di sekolah.
Adapun untuk mengetahui hasil belajar fisika yang dicapai siswa dalam proses belajar mengajar akan dilakukan pengukuran atau evaluasi, hasil belajar fisika yang diperoleh siswa dapat bervariasi. Yang disebabkan oleh kemampuan siswa yang berbeda-beda.
            Hasil belajar fisika sebagai output dari proses belajar mengajar fisika merupakan sesuatu yang sangat peka dan banyak faktor yang mempengaruhinya.
 Dalam proses pembelajaran setiap guru ingin mengetahui hasil yang telah dicapai siswanya selama mengikuti proses pembelajaran. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa digunakan alat ukur yaitu tes. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan hasil belajar fisika adalah tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran fisika yang telah dipelajari setelah diberi tes menyangkut aspek-aspek kognitif.
untuk lebih lengkap silahkan download file nya di SINI atau
DOWNLOAD
semoga bermanfaat
read more

Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam adalah sebagai produk, proses dan sikap

Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam adalah sebagai produk, proses dan sikap (dalam Sulistyarini, 2004).
a.      IPA Sebagai Produk
IPA sebagai produk merupakan akumulasi hasil upaya para perintis IPA terdahulu dan umumnya telah tersusun secara lengkap dan sistematis dalam bentuk buku teks. Dalam pengajaran IPA seorang guru dituntut untuk dapat mengajak anak didiknya memanfaatkan alam sekitar sebagai sumber belajar. Alam sekitar merupakan sumber belajar yang paling otentik dan tidak akan habis digunakan.
b.  IPA Sebagai Proses
Yang dimaksud dengan “proses” adalah proses mendapatkan IPA. IPA disusun dan diperoleh melalui metode ilmiah. Jadi yang dimaksud proses IPA adalah metode ilmiah. Sepuluh keterampilan proses meliputi : (1) observasi;      (2) klasifikasi; (3) interpretasi; (4) prediksi; (5) hipotesis; (6) mengendalikan variabel; (7) merencanakan dan melaksanakan penelitian; (8) inferensi;              (9) aplikasi; (10) komunikasi.
c.  IPA Sebagai Pemupukan Sikap
Makna “sikap” pada pengajaran IPA dibatasi pengertiannya pada “sikap ilmiah terhadap alam sekitar”. Ada Sembilan aspek sikap dari ilmiah yang dapat dikembangkan, yaitu : (1) sikap ingin tahu; (2) sikap ingin mendapatkan sesuatu yang baru; (3) sikap kerja sama; (4) sikap tidak putus asa; (5) sikap tidak berprasangka; (6) sikap mawas diri; (7) sikap bertanggung jawab; (8) sikap berfikir bebas; (9) sikap kedisiplinan diri. Sikap ilmiah ini dapat dikembangkan ketika siswa melakukan diskusi, percobaan, simulasi, atau kegiatan di lapangan.
untuk lebih lengkap silahkan download file nya di SINI atau
DOWNLOAD
semoga bermanfaat
read more

Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam

Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam
            Pengetahuan  adalah segala sesuatu yang diketahui oleh seseorang, tanpa menghiraukan benar dan salahnya, serta dari mana datangnya. Manusia memperoleh pengetahuan dari berbagai sumber, dengan sumber utama adalah panca indera. Menurut Hendro Darmodjo (1986), bahwa pengetahuan yang diperoleh melalui panca indera, dan bersumber dari lingkungan alam yang konkret memiliki sifat yang faktual.
            Sumber pengetahuan lain yang tidak kalah pentingnya adalah pikiran. Hal ini dimaksudkan karena melalui proses berpikir orang dapat memperoleh pengetahuan yang hampir tak terbatas jumlahnya, yaitu sebatas kemampuan orang berpikir, terlepas dari benar atau salahnya pemikiran itu. Sebagai contoh : pada zaman Babylonia (kira-kira 650 SM) orang berpikir bahwa bumi itu datar. Mempunyai atap yang berbentuk selungkup berhias bintang-bintang. Jadi terlepas benar atau salah, itulah pengetahuan yang dianggap benar pada masa itu. Pada zaman Yunani, Aristoteles (348-322 SM) memberikan kesimpulan bahwa unsur dasar pembentuk segala zat terdiri atas empat yaitu : tanah, air, udara dan api.

6
 
            Hasil olah pikir manusia menghasilkan berbagai bentuk. Ada yang disebut mitos, yaitu gabungan antara pemikiran, pengalaman dan kepercayaan. Ada yang disebut filsafat, yaitu hasil pemikiran mendalam mengenai suatu hal dengan mengandaikan pikiran semata. Ada yang disebut ilmu, yaitu hasil pemikiran yang telah diuji kebenarannya. 
Ilmu pengetahuan merupakan bagian dari pengetahuan, dan secara singkat dapat dikatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang telah diuji kebenarannya. Jadi perbedaan mendasar antara pengetahuan dan ilmu pengetahuan adalah pengetahuan adalah semua yang diketahui tanpa menghiraukan benar dan salahnya, sedangkan ilmu pengetahuan terbatas pada yang benar saja.
Dari uraian di atas, dapat diperoleh pemahaman mengenai pengetahuan dan ilmu pengetahuan bahwa Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu pengetahuan yang objeknya adalah alam dengan segala isinya yang berupa benda konkret. Di negara kita, kata Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) diidentikkan dengan kata “sains” yang merupakan terjemahan dari “science”. Namun demikian, berbagai batasan tentang IPA yang dikemukakan oleh para ilmuwan yang intinya menunjukkan bahwa science is away of looking at the world.
untuk lebih lengkap silahkan download file nya di SINI atau
DOWNLOAD
semoga bermanfaat
read more

Fisika Bumi FMIPA UNM 2006 Headline Animator

Template by : kendhin x-template.blogspot.com